Arsip

Posts Tagged ‘renungan’

(Puisi 50 Kata) Lelahku, Demi Cinta-Mu

Oktober 23, 2010 Tinggalkan komentar

Lelahku, Demi Cinta-Mu

Lelah

Hasan Sunarto

Lelah… biarlah…
Biarlah raga ini lelah
Lelah bukan berarti kalah
Terus melaju, berjuang di jalan-Mu
Hingga… raga ini terbujur kaku
Demi menggapai cinta-Mu

____________

gambar dicomot dari sini
reposting dari sini

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:,

JANGANsalahkan

Agustus 18, 2010 Tinggalkan komentar

BETUL!! Jangan salahkan kalau nantinya presiden bisa menjabat tiga periode (atau bahkan seumur hidup pun bisa), sebagaimana yang diusulkan oleh Jubir Partai Demokrat (PD) . Ini adalah alam demokrasi. Bukankah di alam demokrasi dibolehkan berpendapat? Apalagi nantinya pendapat itu didukung oleh suara rakyat atau suara yang dibeli dari rakyat.

Cukup ah…

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag:,

TARAWIHngebut

Agustus 12, 2010 2 komentar

Ups…..kira-kira kecepatan berkisar tujuh ayat per satu menit, atau malah bisa jadi kurang dari satu menit ding. Sungguh pengalaman pertama mengalami tarawih ngebut seperti semalam. Belum lagi ditambah tahiyatul akhir yang teramat pendek, baru pun saya merampungkan bacaan dua kalimat syahadat, sang imam sudah menengokkan kepalanya ke sebelah kanan sambil berucap salam. Waduh….

Di rakaat-rakaat berikutnya saya coba menyesuaikan kecepatan sang imam, agar memang tarawih tetap dalam hitungan sholat berjamaah. Namun saya tetap belum sreg dengan tujuh ayat yang menjadi rukun sholat yang dibaca secara ngebut tanpa memperhatikan lagi tajwid yang seharusnya. Dan saya tetap kalah telak dalam hal kecepatan.

Ehem, sejenak saya berfikir, alangkah elok jika tarawihnya dinikmati, kalaupun memang dua puluh rakaat dirasakan berat dilaksanakan dengan tartilnya bacaan sehingga memakan waktu dan tenaga yang lebih, coba pilih yang delapan rakaat dengan tartilnya bacaan.

Coba ah entar diobrolkan sama DKMnya…Insya ALLAH….

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag:

SEMOGAtakSEMUDAHitu

Agustus 10, 2010 Tinggalkan komentar

Sejak sebulan yang lalu, satu bulan menjelang Ramadlan yang agung akan datang, sms bernada permintaan maaf dari beberapa teman mampir ke hp saya. Pun demikian hari-hari menjelang Ramadlan yang semakin dekat, permintaan maaf dan ditambah dengan ucapan selamat menunaikan ibadah shoum Ramadlan, semakin banyak yang mampir. Bahkan sebagiannya, dengan nada-nada yang begitu puitis, walau kayak-kayaknya sih bukan buatannya sendiri, bisa jadi forward sms dari yang lain, atau nyontek di buku atau di situs. Tapi tak mengapalah, intinya bahwa semuanya bermaksud baik dalam rangka menyambut Ramadlan, sehingga menjalani Ramadlan dengan diri yang terbebas dosa, bersih dan menjadi lebih tenang serta khusyu. Insya ALLAH.

Eh iya, sebagiannya sudah kubalasi, namun sebagiannya tidak. Semoga sms yang tidak berbalas mengerti, saya pun menghaturkan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang sengaja ataupun tidak sengaja.

Dan selain via sms, ada pula kebanyakan orang yang berusaha meminta maaf via yang lain. Ada yang menggunakan situs jejaring seperti Facebook dan Twitter, pun ada juga melalui blog. Dan lain sebagainya.

Saya jadi termenung sendiri. Ehem begitu mudah kala sekarang sarana untuk meminta maaf. Ada teknologi yang membantu. Saya pun lantas menerawang, kala dulu, kala zamannya Rasulullah, mungkin untuk meminta maaf akan membutuhkan berhari-hari jika orang yang akan dimintai maaf terhalang jarak yang amat jauh. Subhanallah. Begitukah?

Namun, renungan berlanjut, dengan mudahnya meminta maaf tadi yang didukung dengan banyak sarana yang berbasis teknologi, semoga tidak mempermudah juga bagi seseorang untuk berbuat jahat, salah, menyakiti dan lain sejenisnya kepada saudaranya.

Karena ada beberapa kejadian, perbedaan paham sedikit saja, sudah saling mengejek, menjelek-jelekkan. Yang lebih parah lagi, sampai-sampai kekerasan pun dijadikan solusi untuk masalah yang terjadi. Masya ALLAH.

Semoga kita menjadi hamba yang saling menjaga dan saling memaafkan. Amin.

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag:

PERMUDAHLAHhidup

Agustus 10, 2010 Tinggalkan komentar

Kurang lebih demikian pelajaran yang dapat saya ambil dalam sebuah obrolan ringan bersama Pak Aji (demikian panggilan beliau) kala siang bertabur hujan di sebuah saung yang sengaja dibuat di sebelah kolam tanpa ikan dalam acara family gatheringnya Sekolah Dasar Islam Terpadu Rahmatan Lil ‘Alamin (SDIT RLA), hari Ahad kemarin, 8 Agustus 2010.

Saya berkesempatan dan diperkenankan mengikuti acara tersebut karena menjadi satu bagian walaupun secara tidak langsung. Family Gathering tersebut diselenggarakan untuk keluarga dari pengelola SDIT RLA, dan istri saya termasuk salah satu pengelolanya. (Dalam hal ini saya kecipratan, Alhamdulillah 🙂 ). Baca selanjutnya…

Kategori:Tak Berkategori Tag:

“CANsiapBEUNGHAR”

Agustus 6, 2010 Tinggalkan komentar

Kalu di-Endonesia-kan kalimat di atas kurang lebih, “Belum siap kaya.”

HARTAkarun

Nah loh. Ya, tapi demikian celotehan teman-teman kerja, yang biasa terjun ke lapangan, tanpa AC, kala masuk ke ruang kantor. Ruang kantor yang udaranya dikondisikan dengan AC sehingga membuat ruangan dalam kondisi yang RUAR BIASA dingin (menurut saya mah), dingin ma enyuss…nyuss….

Ruangan dingin, ber-AC, bisa jadi ini menggambarkan suatu kondisi dengan harta yang berlebih. Karena, biasanya hanya orang-orang kaya saja atau yang berduit saja, di ruangannya menggunakan AC. Bayangin saja, bagi mereka, AC tidak hanya dipasang di ruang utama, setiap kamarnya dipasangin AC. Atau bahkan, kalu memang uang begitu bejibun, sampe-sampe tidak muat untuk masuk ke sakunya, kamar mandi pun dipasangin AC. Ehem…. Baca selanjutnya…

Kategori:Tak Berkategori Tag:,

YAZIDyanqus

Turun naik, naik turun. Demikian statistik pengunjung https://banghas.wordpress.com. Belum stabil untuk naik terus. Harap maklumlah. Saya masih tergolong pemula. Masih dalam belajar dan perlu diajari. Apalagi, saya bukan blogwalkingholic, yang senang bermain dan berselancar untuk mengunjungi blog-blog yang lain. Dan juga, tulisan-tulisan yang saya punya masih tergolong cupu, yang hanya bisa dirasakan dan dicicipi oleh kalangan sendiri.

bulanan

mingguan

harian

Baca selanjutnya…

Kategori:Tak Berkategori Tag:,