Hari Ahad ini

Oktober 14, 2012 1 komentar

Satu berita yang belum saya sampaikan. Pangeranku tampan, dengan terpaksa dan untuk sementara, saya titipkan di neneknya (ibuku tercinta). Huh, berat rasanya. Sedih? Benar, tentu. Saya dan istri yang tersayang, sedih bukan kepalang. Namun apa daya, kami berfikir, ini untuk yang terbaik. Terlebih saya coba mempersiapkan kapal ku sendiri.

Ahad ini, saya sendiri berkunjung, menemui pangeranku. Hiks, terselip haru di dada ini. Sekuat mungkin kutahan air mata yang hampir saja terjun, berselancar. Huh, mallow euy.

Awal pertemuan Ahad ini, sengaja saya tak langsung mendekati. Kuucapkan salam dari jauh sambil melihatnya. Sang pangeran sedang tidur-tiduran memegang botol susu kesayangannya, sambil nonton tv. Hendak tidur. Hiks….

Sesaat aku ucapkan salam, sang pangeran menoleh, memperhatikan. “Siapakah?” kukira itu yang terbersit di hatinya. Masya ALLAH, diapun tersenyum lebar, disusul dengan tawanya yang khas. Ya ALLAH, pangeranku semakin pintar. Dia pun beranjak, padahal, kutahu dia mengantuk hendak tidur. Namun melihatku, dia beranjak, bersegera, bangun dan sedikit berlari. Tuk, kakinya mengenai kaki kursi. Ya dia pangeranku, kembali bangkit, menghampiri.

Mmm, “Ayah kangen.” aku pun memeluknya.

Uh…uh….Pangeranku memang belum pandai bicara di usianya yang mendekati 1 tahun 5 bulan. Dia menunjukkan hamster peliharaan omnya, yang sehari-hari menemaninya. Pamer. Ehem, pangeranku memang pintar. Subhanallah.

 

I love U Dafiku. ^_^

Kategori:AKU Tag:

Adiva Sahla Zhafira

Oktober 13, 2012 Tinggalkan komentar

Demikian, aku dan istriku sepakat untuk menyematkan nama untuk putri kami yang lahir pada 18 September 2012 yang lalu. Alhamdulillah, putri kami dari dua momongan kami, melengkapi kebahagiaan kami sebagai sepasang kekasih yang terpaut dengan janji setia untuk mengarungi hidup bersama. Yup, dengan kelahiran Cantik Diva (sapaan istri untuk putri kami ini), tanda kami sudah punya sepasang, satu pangeran tampan dan satu bidadari cantik. Ehem….

Alhamdulillah, aqiqah an untuk Cantik Diva pun sudah dilaksanakan. Berbagi daging dan sate kambing, semakin lengkap. Luar biasa, ALLAH memberikan kebahagiaan kepada kelurga kami.

Dan, melengkapi cerita hari ini Cantik Diva, digundul plontos. Baru kali ini. Ehem, susah payah dengan alat seadanya. Akhirnya plontos juga, walau terlihat tidak sangat sangat rapi. hehe, maklum amatiran..

OK… ^_^

Kategori:AKU Tag:

Cerita Hari Ini

Oktober 13, 2012 1 komentar

Hehe….seuri heula ah, maklum pengen ngilangin mumet-mumet di kepala, supados lewih plong….mau ikutan? mangga. Bahkan untuk lebih hebat teriak sekencangnya, yang katanya bisa menghilangkan stres…

Hari ini, ya, sedikit melelahkan. Manusiawi. Hidup tanpa lelah, ya… tidak hidup lah. Lah wong, yang diam aja lelah. Ga percaya? coba aja seharian diam tanpa melakukan aktivitas, pasti lelah. “Aduh paregel euy..” Nah mungkin inilah kalimat yang terlontar.

Ok, sejak kemarin saya dan teman-teman bercengkrama, bercerita tentang banyak hal, satu di antaranya tentang kapal, lebih ekstrim… “BAKAR KAPAL”. Ehem, kalimat yang menegaskan antara keberanian dan kenekatan. Salah-salah ambil langkah, bisa-bisa mati konyol.

Cerita “Bakar Kapal” ini terus merasuk dan semakin merasuk, DALAM. Lebih-lebih ada sedikit bekal dalam diri ini. AKU PASTI BISA. Paling tidak kalimat ini, terus mengompori. Akhirnya, perlahan tapi pasti dan terukur, aku mempersiapkan KAPAL yang baru dan milikku sendiri. SIP, mantap.

Kapal ku mulai tersusun, sedikit demi sedikit. SEMOGA sesuai dengan target yang sudah direncanakan, Kapalku sudah mulai berani menghadapi badai yang kecil ataupun yang besar…

^_^

Kategori:RENUNGan Tag:

[Arisan Kata] ALLAH Masih Cinta Kita

November 2, 2010 Tinggalkan komentar

ALLAH Masih Cinta Kita
Oleh Hasan Sunarto

Apakah engkau tahu kawan?
Kala kita terus senang mengerami dosa
Kala kita tetap enggan bersujud menghamba
Kala kita selalu lalai dan menduakan-Nya
Ternyata…
Allah masih saja sangat cinta kita
Allah tak pernah usai menyayangi kita

Apakah engkau tahu kawan?
Banjir yang setia datang kala tahun berganti
Gempa bumi yang mengundang luapan tsunami
Abu panas yang menebar kala merapi bererupsi
Semuanya…
Sekedar kiamat kecil kawan
Sebagai pengingat atas semua kelalaian
Sebagai penegur atas segala kesombongan

Yang kutahu kawan
Hingga kini bencana datang bertubi-tubi
Kita masih asyik tak menginsyafi diri

Entah sampai kapan kita kan sadar?
Apakah hingga tak ada lagi air mata yang bisa diteteskan?
Ataukah hingga tak ada lagi darah yang dialirkan?
Ataukah hingga sehelai handuk saja yang tersisakan
Sebagai penutup jasad yang akan dikuburkan?

Tapi…
Bagaimana pun kita
Allah akan tetap cinta kita semua

 

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag:

Yes, Berhasil…

Oktober 26, 2010 Tinggalkan komentar

Lagi pusing-pusingnya nyusun skripsi, iseng-iseng bongkar-bongkar SECUREDnya file PDF. Setelah Googling, akhirnya mendapatkan cara dengan meng-UNLOCK PDFnya. Tentu programnya harus didownload dulu…..

Untuk program + cracknya .. silakan klik ini

 

Screen Shoot

Kategori:Tak Berkategori Tag:, ,

(Puisi 50 Kata) Lelahku, Demi Cinta-Mu

Oktober 23, 2010 Tinggalkan komentar

Lelahku, Demi Cinta-Mu

Lelah

Hasan Sunarto

Lelah… biarlah…
Biarlah raga ini lelah
Lelah bukan berarti kalah
Terus melaju, berjuang di jalan-Mu
Hingga… raga ini terbujur kaku
Demi menggapai cinta-Mu

____________

gambar dicomot dari sini
reposting dari sini

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag:,

CEMBURUNYAeman,SAYANGNYAeman

September 2, 2010 Tinggalkan komentar

“Biarin ntar pipinya ade, Eman cubit yang kenceng. Trus Eman mau lempar ade ke sawah.”

Demikianlah sebuah gerutuan Eman (baca: Eu-man, dengan gaya sunda), atas kecemburuannya terhadap Faizah, adiknya yang lahir baru sebulan yang lalu.

Eman adalah putra sulung dari keluarga yang merupakan teman kerja istriku di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di daerah Cibungbulang Bogor. Usia Eman kini sekitar 2 tahun. Ya, walau usianya masih balita, tetapi komunikasi dengan orang-orang yang dewasa sudah bisa terjalin dan nyambung, tentu dengan gaya kelucuan dan keluguan sebagaimana anak balita pada umumnya. Pendek kata, sudah bisa diajak ngobrol.

Istriku kurang lebih tahu perkembangan Eman setiap harinya, karena memang keluarganya tinggal masih satu lingkungan dengan SDIT, tempat istri dan orang tua Eman bekerja. Termasuk salah satunya adalah gejala-gejala kecemburuan Eman terhadap Faizah.

Pernah suatu kali Eman diingatkan oleh orangtuanya untuk berhati-hati untuk tidak menginjak kaki adiknya. Reaksinya adalah bukan mentaati peringatan orangtuanya, tetapi Eman malah menyengaja menginjak kaki adiknya, walau tidak sampai menyakiti adiknya.

Dan pernah juga suatu kali, istriku coba menggoda Eman.

“Eman, ambilin kain gendongan adenya dong. Bu Dewi mau ngajak ade Faizah jalan-jalan ya?!” kata istriku.

“Ga boleh, ga boleh,” tolak Eman, sedikit cemberut. Berusaha mencegah istriku untuk mengajak Faizah. Ya, kala itu, Eman memang sedang asyik memperhatikan Faizah. Sesekali, pipi Faizah diciumnya atau kadang-kadang kepala Faizah dibelai dengan tangan mungilnya.

“Bu Dewi ambil sendiri ah….” goda istriku lagi.

“Ya udah biarin, biarin ntar pipinya ade, Eman cubit yang kenceng. Trus Eman mau lempar ade ke sawah,” gerutu Eman.

Eit, mau dilempar ke sawah? Waduh. Ya, rumah Eman memang berdekatan dengan sawah. Makanya, untuk memuaskan rasa cemburu kepada adiknya, Eman ingin melemparnya ke sawah.

Tapi tunggu! Walau Eman cemburu, itu hanya sesaat dan tidak akan terealisasi (untuk melempar Faizah ke sawah). Namanya juga anak kecil, balita pula. Dan buktinya…

“Eit, kok mo dilempar ke sawah sih? Ya udah, ade Faizah buat Bu Dewi aja yah,” kata istriku, tambah menggodanya.

“Jangan, jangan. Faizah kan adenya Eman,” cegah Eman. Ternyata Eman pun sayang adiknya.

Ya, Eman, Eman, walau cemburu, tetapi tetap sayang juga kepada Faizah.

Oret-oretan ini diikutkan dalam lombanya mba ida

//SEMOGAtakLELAH//

Kategori:Tak Berkategori Tag: