Beranda > Tak Berkategori > PERMUDAHLAHhidup

PERMUDAHLAHhidup

Kurang lebih demikian pelajaran yang dapat saya ambil dalam sebuah obrolan ringan bersama Pak Aji (demikian panggilan beliau) kala siang bertabur hujan di sebuah saung yang sengaja dibuat di sebelah kolam tanpa ikan dalam acara family gatheringnya Sekolah Dasar Islam Terpadu Rahmatan Lil ‘Alamin (SDIT RLA), hari Ahad kemarin, 8 Agustus 2010.

Saya berkesempatan dan diperkenankan mengikuti acara tersebut karena menjadi satu bagian walaupun secara tidak langsung. Family Gathering tersebut diselenggarakan untuk keluarga dari pengelola SDIT RLA, dan istri saya termasuk salah satu pengelolanya. (Dalam hal ini saya kecipratan, Alhamdulillah 🙂 ).

Ketika itu, waktunya makan siang. Awalnya saya hanya berdua dengan istri di satu saung yang berada di salah agro wisata di daerah Tapos, sekitar Gunung Salak. Nama tempat wisata tersebut Aldepos Salaca. Asyik, berduaan euy…Tapi, di tengah asyik-asyiknya kami berdua menyantap makan siang, Pak Aji melewati saung kami yang diikuti tiga anak laki-lakinya.

“Boleh diganggu atau tidak nih?’ tanya beliau dengan nada sedikit becanda. Pak Aji memang tahu, bahwa saya dan istri masih tergolong pengantin baru, baru empat bulan. Hehe….

“Eh, mangga atuh Pak, gabung disini. Kebetulan saungnya masih lega Pak.” Sahut kami. Yup, saung tersebut didesain cukup luas, mungkin cukup untuk 6-10 orang.

Obrol-obrolan pun terjadi di antara kami. Mmm, memang ya luar biasa, kalau ngobrol dengan orang yang berilmu, obrolan pun sekitar ilmu juga, dan pastinya akan sangat jauh dengan yang namanya gosip.

Yup, sekedar informasi sedikit tentang Pak Aji. Beliau adalah ketua DKM AtTaqwa yang sekaligus salah satu imam dan guru di masjid tersebut. Beliau pun menjadi salah satu bagian dari Yayasan RLA Bogor. Aktifitas bisa dibilang cukup padat, selain menjadi pengurus masjid At-Taqwa beliau pun biasa mengisi seminar-seminar. Subhanallah. Mangkanya ketika ngobrol dengan beliau pun, baru sedikit ilmu saja yang beliau tularkan.

Obrolan pun sampai tentang kuliah saya dan istri, yang sekarang dalam fase akhir menuju kelulusan, masanya pembuatan skripsi. Pak Aji pun lantas memberikan masukan, “Jalani saja, Insya ALLAH pasti akan ada jalannya. Skripsi mah tinggal ditulis saja khan?”

Ehem, masukan yang sederhana tetapi bagi saya hal itu begitu mendalam. Terlebih lagi beliau memberi sebuah contoh kisah seorang nenek yang mengomentari seorang trainer yang begitu sangat berapi-api dalam menjalani kesuksesan. Kebetulan nenek tersebut mengikuti training sang trainer tersebut. Selepas training, nenek menemui sang trainer.

“Kalau saya mah hidup sederhana saja, tidak terlalu membebani seperti yang anda sampaikan. Bagi saya hidup yang penting hari ini saya bisa makan, dan yang paling penting juga, saya bisa berbagi dan menolong kepada sesama.”

Sang trainer pun tertegun mendapat komentar seperti itu. Yup, sang trainer kagum dan salut dengan apa yang disampaikan sang nenek. Terlebih lagi nenek pun tergolong orang yang awet muda. Nenek menjalani hidup sederhana saja, bisa makan hari ini dan bisa berbagi dan menolong orang lain. Kemudian, sang trainer mencoba untuk mendalami dan memperlajari kehidupan nenek.

Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adzaban-nar (Al-Baqarah : 201)

Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka

Selanjutnya Pak Aji menambahkan, kalau coba merenungi doa sapu jagat yang biasanya dipanjatkan kaum Muslimin, yang berdasar al-Quran, akhirnya kita memang mengharapkan “Hasanah” di dunia dan akhirat. Hasanah (kebahagiaan) ini tidak (selalu) terikat dengan harta. Toh, orang yang hartanya sedikit, masih bisa (selalu) merasakan bahagia, dan sebaliknya yang hartanya melimpah, tidak bisa (selalu) merasakan kebahagiaan dengan hartanya tersebut. Tentu, hal tersebut jangan membuat kita menjadi pesimistis untuk terus berusaha dan berjuang.

Yup, akhirnya jalankan saja kehidupan ini, buatlah mudah, jangan menjadi sulit, dengan tetap berusaha.

Jadi teringat sebuah hadits, yang isinya merupakan sebuah sanjungan kepada seorang mukmin yang senantiasa bersyukur dan bersabar dalam berbagai kondisi yang ALLAH berikan.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” [HR. Imam Muslim]

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: