Beranda > Tak Berkategori > HUBUNGANsesamaJENIS

HUBUNGANsesamaJENIS

Menjalin hubungan sesama jenis. Ini memang hubungan sesama jenis. Secara fithrahnya, wajar manusia mempunyai hubungan sesama jenis, yakni dalam rangka pemenuhan ghorizah nau’ (naluri mempertahankan jenis, yang salah satu efeknya dapat terlihat dengan mempunyai rasa cinta). Tentu, hubungan yang dilandasi keimanan dan ketaatan.

SAHAbat

Malahan untuk menjaga hubungan tersebut dianjurkan untuk saling memberikan hadiah, sebagaimana dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda, artinya : “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai” (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la). Monggo penjelasan haditsnya tiasa ditingal didieu yeuh.

Tapi STOP!! Hubungan tersebut jangan sampai berlebihan. Sesuaikan dengan kadar yang diperintahkan Zat Yang Maha Mudabbir (Pengatur). Kalau berlebihan, waduh, waduh, akibatnya bisa melanggar kodratnya sebagai manusia yang normal dan berakal.

Mendengar cerita dari Fulanah (nama disamarkan), anak asuh di TBI Al-Hidayah, ternyata ada salah satu temannya Fulaneng di sekolah mengalami ketidaknormalan sebagai manusia, menjalin hubungan sesama jenis yang berlebihan, atau menjalin pacaran dengan sesama perempuan.

Fulanah sudah berteman dengan Fulaneng sejak mereka sama-sama duduk di SMP hingga mereka sekarang sudah SMA. Fulanah menceritakan bahwa Fulaneng termasuk anak yang pintar. Tak hanya pintar dalam pelajaran, pintar juga mengaji. Karena orangtuanya secara khusus mendatangkan guru privat baik belajar maupun mengaji. Hingga membuat Fulanah pun iri dengan Fulaneng, terlebih lagi di sekolah Fulaneng memakai kerudung dan.

Namun, sungguh mengejutkan Fulanah, ketika Fulaneng pun secara jujur bercerita tentang keadaan dirinya sejak kelas 3 SMP sampai saat ini. Fulaneng berpacaran dengan perempuan.

Bagaimana tidak mengejutkan, sudah lama berteman dan bersahabat, Fulanah baru mengetahuinya sekarang. Air mata pun tak kuasa terbendung. Segala rasa bercampur baur.

Cerita pun terus berlanjut. Yap, Fulaneng mengaku selama ini, kehidupannya terlalu dikekang oleh orangtuanya. Hingga pada satu titik yang tidak tertahankan, akhirnya pelampiasan pun tersalur pada jalur yang seharusnya tidak dijalaninya. Kebebasan waktu dan pergaulan di sekolah yang tanpa terpantau oleh orangtuanya, dimanfaatkan dengan “sebaik-baiknya” oleh Fulaneng, yang ternyata tercebur.

Pengakuan yang lain pun diungkapkan oleh Fulaneng, ia ingin sekali kepada kehidupan yang normal, namun yang terjadi, ketika Fulaneng ingin taubat, teman gaulnya selalu datang mengajak untuk tercebur kembali. Fulaneng pun pasrah namun menikmati.

Bagi Fulanah sendiri, sebagai teman dan sahabat, merasa berkewajiban untuk mengajak Fulaneng kembali, namun usahanya sering menemui kegagalan. Lantas bingung mau berbuat apa. Hingga akhirnya, Fulanah pun curhat kala pengajian di TBI Al-Hidayah, meminta solusi.

Tetaplah dan selalu jadi sahabat, tempat curhat, jangan ditinggalkan. Demikian salah satu solusi yang diberikan.

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: