Beranda > Tak Berkategori > HASILtak(SELALU)sama

HASILtak(SELALU)sama

“Tah, bude tah, kalu bikin sambel enak banget,” ungkap istri tercinta hari ini, kala obrolan-obrolan tentang sambel saat sarapan pagi ini.

SAMBEL

“Atuh belajar atuh, supaya sambelnya enak seperi buatan bude,” saran saya kepada sang istri. “Eit, tapi kayaknya meskipun bumbunya sama, cara buat sambelnya juga sama, paling-paling rasanya berbeda,” tambah saya dengan nada becanda, yang diselingi dengan tawa kecil, sebagai penawar candaan yang mungkin “ejekan”. Hehe.. 🙂

“Ya, de’ juga tau itu mah,” timpal istri teh. Hehe, geuningan ngerti sendiri dianya.

“Tapi, tetep semangat belajar ya. Maklumlah kemahiran dan kelihaian kan butuh juga proses dan waktu, say. Pasti, ntar juga bisa sama atau malah bisa lebih enak dari sambel buatan bude. Oke say?” demikian penutup perbincangan kami tentang persambelan.

Pelajaran yang coba saya renungkan adalah walaupun cara, bahan, sarana dan prasarana yang sama, memang tidak selamanya memperoleh hasil yang sama (pun dilakukan oleh orang yang sama). Hal tersebut, akan tergantung juga dengan hal-hal yang lain. Bisa jadi terpengaruh oleh kelihaian, kemahiran, pengalaman dan lain sebagainya. Atau juga dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Lihat saja, orang yang biasa bikin sambel, ia akan lebih lihai dan mahir, karena pengalamannya telah membiasakan dirinya untuk membuat sambel. Tapi, bisa jadi suatu saat, si mahirun pembuat sambel ini, susah mendapatkan cabe yang berkualitas, maka rasa sambel pun sedikit berbeda, walau rasanya tidak ancur-ancur banget.

Tetapi di luar itu semua, walau hasil belum maksimal, menjaga agar tetap terjaga untuk terus belajar harus tetap dijalankan. Seperti halnya ketika kita belajar metode dakwah Rasulullah seperti berikut ini:

1.      PERIODE  MEKKAH

A. Tahapan Pembinaan dan Pengkaderan

  1. Pemantapan Aqidah
  2. Pembentukan Syakhsiyah Islamiyah
  3. Pembentukan Kutlah/kelompok Dakwah

B. Tahapan Interaksi dan Perjuangan

  1. Pertarungan Pemikiran (shira’ul fikr)
  2. Perjuangan Politik (Kifahus siyasi)

2.      PERIODE  MADINAH

C.  Tahapan Penerapan Syarat Islam (tathbiq ahkam al Islam)

  1. Membangun Masjid
  2. Membina Ukhuwah Islamiyah
  3. Mengatur urusan masyarakat dengan syariat Islam
  4. Membuat Perjanjian dengan warga non muslim
  5. Menyusun strategi politik dan militer
  6. Jihad

Kemudian kita mencoba untuk meneladaninya, dan ternyata dalam rentang waktu yang melebihi masa perjuangan Rasulullah (+23 tahun) belum menghasilkan seperti yang pernah Rasulullah rasakan, tetaplah istiqomah untuk tetap memperjuangkan, hingga memang saatnya kita terbaring kaku di hadapan orang-orang yang sedang khusyu melaksanakan 4 takbir tanpa rukuk dan sujud.

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: