Beranda > Tak Berkategori > terKOTAKkotak

terKOTAKkotak

“Ya, disana mah enak,” ungkapnya. “Dari atas sampai bawah, tidak ada pengelompokan posisi atau jabatan. Yang di atas tak sungkan-sungkan untuk turun ke bawah. Bawahan pun nyaman untuk bertegur sapa dengan atasannya. Sehingga yang terbentuk adalah rasa kekeluargaan, walaupun berbeda posisi, malah kadang-kadang lupa posisi tuh,” tambahnya.

“Nah, kalu disini gimana?” tanyaku sambil menyelidik.

“Mmm, disini mah memang terlihat jelas pengelompokan, terkotak-kotak. Kayak yang masing-masing aja. Kurang kebersamaan.”

Nah loh, ini sebuah ungkapan yang mendasar dari hati. Keluar begitu saja, tanpa paksaan. Jujur. Hasil pengamatan selama ini, membandingkan kondisi yang satu dengan kondisi yang lain, kondisi yang pernah ia alami dan yang sedang ia jalankan.

Ehem, memang seorang karyawan –kalu cerita di atas diumpamakan dalam perusahaan–, dalam menjalankan pekerjaan, tidak melulu mengharapkan imbalan berupa materi –yang biasanya berbentuk uang dan barang–. Materi hanya salah satu bagian dalam membahagiakan, tetapi bukan yang utama.

Seperti halnya dalam obrolan ringan di atas, suasana kekeluargaan pun menjadi satu yang diperlukan. Bersalaman, tegur sapa, atau apapun entah itu yang mungkin bagi sebagian orang sekedar basa-basi, tapi menjadi satu hal penting dalam membangun etos kerja.

Terkotak-kotak. Yap, inilah yang terjadi ketika suasana kekeluargaan tidak dibangun. Masing-masing orang saling menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang dia punyai. Masing-masing orang pun berusaha untuk menjaga lakon, sebagaimana predikat yang dia miliki. Ehem, kalu begini, semakin menjauhlah rasa kekeluargaan itu, persaudaraan pun bak ibarat api yang jauh dari panggang.

Tak hanya dalam perusahaan, dalam berorganisasi pun demikian. Kalau Ketua hanya bisa perintah dan perintah, atau bahkan asal perintah, maka bisa jadi organisasinya tak akan bertahan lama.

Atau malah dalam keluarga. Kalau tidak dibangun rasa kekeluargaan, bisa-bisa disebut keluarga pun akan terasa ganjil. Masa’ dalam satu keluarga ga mau bertegur sapa? Aneh.

Renungan, kala pekerjaan, bukan melulu dalam hal mengharap materi

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: