Beranda > Tak Berkategori > SATU,dua,TIGA

SATU,dua,TIGA

Bukan hendak belajar berhitung. Insya ALLAH, saya sudah mahir untuk penyebutan angka, penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Alhamdulillah. Ya, walau jelek-jelek begini, sudah pernah makan bangku sekolah dengan lahap beberapa tahun, terlebih lagi kalau mata pelajarannya matematika. Uhhh…kesukaan dan my favorit tuh. Ditambah lagi, sang guru menyampaikan dengan mengasyikkan, makin jatuh cintrong deh gue..

Dan ups, maaf bukan meniru-niru gaya Jarjit di filmnya UPIN&ipin, yang hendak berpantun, ketika ngobrol dengan teman-temannya.

Kembali ke SATU,dua,TIGA. Ini saya lakukan sambil mengangkat tangan dan mengacungkan jari telunjuk, tengah, dan jari manis secara berurutan. Maksudnya agar terlihat dan menandakan sebuah peringatan kepada anak-anak asuhan baru saya di mushola dekat kontrakan. Yup, kami bersepakat –atau tepatnya saya membuat peraturan–, jika sampai hitungan ketiga masih ada yang kelihatan giginya, akan mendapatkan hukuman.

Tentu, hukuman sederhana dan dibuat agar bisa mendidik. Pernah satu anak masih terlihat giginya, mangga dipersilakan maju ke depan untuk mendapat hukuman, melapalkan surat yang dia hapal. Kala itu, dia hapal surat an-Nas.

Yap, Alhamdulillah, setelah bincang-bincang dengan sesepuh, saya kini diamanahi anak-anak asuhan Kp. Tank untuk memperdalam bacaan al-Quran. Malam tadi merupakan malam ketiga pertemuan saya –yang dibantu istri tercinta– dengan anak-anak asuhan itu.

Semangat?! Betul sekali, mereka anak-anak yang masih semangat dengan yang namanya ilmu. Hal tersebut, dapat dilihat dari setiap raut wajah setiap anak-anak asuh saya. Walau diadakan malam selepas magrib, selepas mereka beraktivitas dengan permainan-permainan mereka di kala sorenya, tetapi tetap dengan semangat.

“Ka’ kapan nulisnya?”, “Ka’ cerita lagi dong!”. Demikianlah beberapa pertanyaan, usulan, dan apapun mereka lontarkan dengan gaya mereka masing-masing. Berekspresi. Masya ALLAH, saya kewalahan. Benar. Terus terang, sudah lama saya tidak lagi mengasuh anak-anak untuk memperdalam bacaan al-Quran. Saya masih kebingungan untuk membuat program dan apapun namanya, agar anak-anak asuh ini belajar dengan tujuan yang pasti.

Saat ini, saya masih meraba-raba dengan gaya otodidak saya, sambil mencari-cari bentuk dan rupa wadah yang asuh ini. Sebisa mungkin, untuk sementara, mereka berbetah-betah dengan pengajian.

Sebuah harapan, selain mereka membaca al-Quran sesuai Makhorijul huruf dan tajwid, anak-anak asuhan saya ini menjadi penerus perjuangan, sehingga ISLAM akan benar-benar kaffah. INSYA ALLAH, INNA ALLAH MA’ANA. AMIN..

nb: da mo sharing-sharing tentang TPA….

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: