Beranda > Tak Berkategori > ADAorangnya,ILANG,apalagiGAKada…

ADAorangnya,ILANG,apalagiGAKada…

SANDALdirante

Mungkin tidak ada yang istimewa dari kalimat di atas. Tetapi bagi saya, ketika mendengar kalimat tersebut, sejenak membuat saya berfikir dan merenung. Apakah memang demikian adanya? Ada orangnya aja ilang, apalagi kalu ga ada?

Jawabannya, bisa jadi dan ya. Kalau seorang teman pernah bercerita, yang menceritakan seorang teman yang kehilangan barang (kalau ga salah dompet, HP, dll). Kejadian hilangnya menarik untuk diceritakan dan diperdengar serta tak lupa perlu dijadikan pelajaran berharga, menurut saya. Apa sebab? Cekidot –ini mah kurang lebih ceritanya sebagai berikut-.

Sang teman –si korban- yang kehilangan tadi sedang ada di rumah (tepatnya kos-kosan), sedang asyik menonton televisi di ruang tamu. Si pelaku pun datang, dengan gaya yang tidak mencurigakan.

“Permisi mbak, saya mau ambil sesuatu,” demikian si pelaku memohon izin lewat kepada sang korban. Yup, anda benar! Sang korban memang tidak menaruh curiga sedikit pun kepada si pelaku. Karena di kos-kosan, terkadang siapa pun bisa masuk tanpa permisi, yang bisa jadi merupakan satu teman/kawan/saudara dari salah satu teman-teman di kos-kosan itu.

Tau apa reaksi si korban?

“Oh ya, silakan.”

Nah khan, si korban mempersilakan. Sekali lagi tanpa ada rasa curiga. Terang saja, si pelaku pun dengan leluasa melakukan aksinya dalam memainkan keterampilan tangannya yang sudah lama dipelajarinya. Ups, lebay deh….
Seusainya si pelaku melakukan aksinya, tak lupa mohon pamit ke sang korban.

“Eh mbak, makasih ya, saya permisi dulu.”

“Oh ya, sama-sama.”

Waktu pun berjalan tanpa terasa. Namun, sang korban merasakan ada yang lain, aneh. Apa ya?

“Eh iya, tadi siapa yang masuk ya? Waduh…” sang korban beranjak menuju kamarnya. Ia curiga.

“Waduh, bener. Pantesan ada yang lain, ternyata barang-barangku ilang.” Sang korban berusaha bersabar, menerima yang telah menimpa dirinya yang telah kehilangan beberapa barang miliknya, yang dia sendiri sebenarnya dan seharusnya bisa mencegahnya.

Nah, terlepas dari itu, saya jadi teringat sebuah film dokumenter. Judulnya “AR-RISALAH” yang menceritakan kisah Rasulullah SAW, dari mula beliau kecil hingga meninggalnya beliau. Cukup lama durasi film ini, yang bisa menginspirasi bagi setiap Muslim dalam menjalankan Syariah ISLAM.

Ada satu bagian film, yang coba saya hubungkan dengan kejadian ini. Yup, ketika azan berkumandang, yang dikumandangkan oleh Sahabat Bilal, semua orang terkhusus laki-laki, bergegas meninggalkan apapun yang sedang dikerjakan dalam rangka memenuhi panggilan azan tersebut. Yang sedang ada di lading, ditinggalkan perkakas ladangnya. Yang sedang berdagang, ditinggalkan dagangannya, tanpa menutup warungnya. Ditinggalkan begitu saja, tanpa ada rasa takut kehilangan. Sungguh luar biasa.

Nah, inilah yang saya maksud. Ketika masa Rasulullah –ISLAM diterapkan secara kaffah- dimana keimanan menancap teguh pada pribadi masing-masing orang, sehingga ada rasa takut yang mendalam untuk melakukan sebuah kesalahan dan kemaksiatan. Mencuri salah satunya.

SANDALdigembok

Namun entah yang terjadi zaman sekarang. Di kala iman pun hampir setipis kulit ari, sistem yang berlangsung pun sangat memungkinkan dan mendukung bagi setiap orang untuk melakukan kesalahan dan kemaksiatan secara bebas (baca: liberal).

Ehem….rindu Islam Kaffah….

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: