Beranda > Tak Berkategori > DIPERSATUKANkarenaSENASIB

DIPERSATUKANkarenaSENASIB

Jam dinding pun telah menunjukkan pukul tujuh waktu rental, masih kurang sih. Pertanda harus segera mempersiapkan segalanya untuk menyambut hiruk pikuknya para pengguna rental dengan segala bentuk dan rupa.

OPERATORwarnet

Sebuah rutinitas kala pagi menjelang buka rental: menyapu dan mengepel lantai, membersihkan seperangkat komputer, memusnahkan sarang laba-laba yang liar dibangun oleh sang empunya di dinding rental. Dan kalu masih kerajinan untuk bersih-bersih, kaca pun turut dilap agar terlihat kinclong. Ohya, kalu cathridge printer dah habis, jadi tugas tambahan, refill cathridge deh.

Rutinitas itu dilakukan sebelum melaksanakan ritual mandi pagi dan sarapan pagi. Tapi ups, saya tidak hendak terlalu mendalam untuk menceritakan rutinitas operator (tanpa OB loh, atau boleh dibilang merangkap OB juga loh) dalam menangani sebuah rental komputer plus internet. Karena memang sekedar rutinitas, yang kalu dijalani tanpa ada senyuman dan keikhlasan, pasti dengan segera akan terasa bosan dan memuakkan, apalagi kalu ketemu para user yang rese, weleh-weleh…..

Pengalaman saya menjadi operator, setidaknya  menyatakan kami sesama operator dipersatukan karena senasib, atau mungkin bisa dibilang dipersaudarakan. Bagaimana tidak, setiap hari bertemu, bercengkrama, bercerita and so on. Terlebih lagi, jika semua operatornya tidur bersama di rental. (ups, jangan negative thinking ya, dengan “tidur bersama”nya).

Tidur bersama, inilah momen-momen yang indah untuk saling berbagi cerita antar operator setelah menghadapi komputer dan para pengguna rental. Ada senang, ada kesal, ada marah de el el. Paling tidak ada obat setelah lelah menjalani rutinitas yang “bosan dan memuakkan”.

Ada juga momen yang paling ditunggu-tunggu para operator, yakni ketika pukul sepuluh pagi. Hehe….hayo apa coba? Pukul sepuluh, perkiraan waktu untuk sarapan pagi, sarapan pagi yang akan dilaksanakan bersama, walaupun kasian, ada satu operator yang mesti berkorban untuk dijadikan “wadal“, menunggui rental selagi yang lain sarapan.

Berikut, sekilas cerita momen pukul sepuluh.

“Sawargi, Sawargi.” Seorang teman menyaut, menandakan waktunya sarapan pagi. Sawargi sendiri adalah nama warung nasi langganan para operator, yang menurut kami, sudah pun makanan enak, murah, dan fresh, masih anget-anget gitu deh. Kenapa juga pukul sepuluh? Karena, pukul sepuluh adalah waktu yang tepat untuk bertandang ke Sawargi. Kalu terlalu pagi, masakan belum lengkap yang matang, pilihan pun belum banyak. Kalu kesiangan, alamatun kehabisan deh.

“Ayo siapa neh petugas yang beli-beli?” yang lain menyaut. Yup, kami biasanya mengkolek makanan yang akan dibeli. Ya, cukup satu or dua orang delegasi untuk membeli makanan.

“Oke, masing-masing sebutin pesanannya!” salah seorang dari kami pun segera menyanggupi sebagai delegai itu. Kalu lama-lama, ntar cacing-cacing perut pada marah lagi. Ohya, tak perlu catatan menu, karena sang delegasi pun segera menghapalkan pesanan para operator.

“Oh ya, saya nasinya dua porsi ya!!” waw keren, dan beberapa operator pun memesan demikian. Berangkatlah sang delegasi.

Uh…sungguh momen yang menyenangkan. Ketika makanan sudah datang, kami menuju lantai atas, segera membuat sebuah lingkaran, mirip mau HALQOH pengajian. Ehm nikmatnya, melahap sesuap demi sesuap nasi hangat plus lauknya, bersama teman-saudara senasib, OPERATOR. SUBHANALLAH…..

sebuah catatan mengenang masa itu, masa Yasmin 6. Hai Bro, ogut kangen masa itu….(Yudi, Tes, ci Om, Ari Kubil, SyahroWardis, Parman, de el el)…

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Juli 1, 2010 pukul 2:58 am

    Mampir lagi mau numpang sarapan 😀
    Hari yang menyenangkan kok. Siapa bilang membosankan. Cara menikmatinya aja yang sampai bikin bosan. Moga hari ini banyak pengguna jasa rental. besok juga. besoknya juga. dan seterusnya. Biar gajian lancaaaaar…. 🙂

    Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

    • Juli 1, 2010 pukul 3:17 am

      hehe…mangkanya saya kasih catetan “Karena memang sekedar rutinitas, yang kalu dijalani tanpa ada senyuman dan keikhlasan, pasti dengan segera akan terasa bosan dan memuakkan” karena apapun kalu senyum n ikhlas, pasti menyenangkan…

      makasih kunjungannya…

      Salam,
      BANGhas
      http://banghas.multiply.com

  2. wardis
    Juli 9, 2010 pukul 7:56 am

    heuheu….
    kenangan tak terlupakan…..

    • Juli 9, 2010 pukul 7:59 am

      yup yup….
      saudaraku, sahabatku, adikku yang lucu…. 🙂

  3. wardis
    Juli 20, 2010 pukul 4:17 am

    yg caem… yg dah kbelet pengen ‘ee…

    eh slh dah kbelet pengen K 4 w 1 N ….. wkwkwkwk

  4. Juli 20, 2010 pukul 4:20 am

    waduh…eta nu tos kebelet….atuh geura2 bikin undangan, terus disebar deh…

  5. kang riffi
    Juli 20, 2010 pukul 8:18 am

    I miss u all my friend….

    • Juli 20, 2010 pukul 8:47 am

      sami wae karo kulo cah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: