Beranda > Tak Berkategori > MENIKMATIibadah

MENIKMATIibadah

Saya coba mengamati, satu kali lagi, setelah beberapa hari yang lalu saya pun telah mengamatinya. Seorang Bapak, yang tingginya diperkirakan sebahu saya, dengan rambut yang telah memutih, yang menandakan bahwa dia memang lebih berpengalaman daripada saya dalam menjalani berbagai hiruk pikuk kehidupan yang fana ini. Dan mungkin sang Bapak sudah sering mengalami kenaikan harga yang terus dilakukan pemerintah, yang baru-baru ini sedang santer diberikan bahwa TDL akan naik di awal JULI, lusa mendatang. Wew, kok ceritanya nyambung ke kenaikan harga. ATUUUHHH, habisnya greget ke pemerintah, terus-terusan aja ‘mencekikrakyatnya tanpa hentimangkanya kalu saya mah setuju TOLAK kenaikan TDL, BBM…dan TURUNKAN harga beras. Ups OKEh lah kalu begono, LANJUT.

SHOLATyuuukkk..!!!

Terus terang, kalu saya sih sebenarnya iri ke sang Bapak. Apa sebab? Sudah pun sholatnya rajin, berjamaah di masjid dan selalu di shof pertama (maklum lah cuman satu shof aja sih, heuheu). Sang Bapak pun begitu ramah ketika bertemu orang, senyumnya segera mengembang, dan tangan kanannya tak ragu-ragu untuk mengajak bersalaman. Seperti yang dilakukannya hari ini pada saya, hmm Subhanallah.

Tapi, satu hal yang amat saya sayangkan. Mangkanya, saya pun mengamati sang Bapak sekali lagi. Maaf kalu saya boleh menilai, sang Bapak belum menikmati sholat sunatnya, terutama Sholat sunat ba’diyah. Sekali lagi, maaf ya Pak, semoga ini pun menjadikan pelajaran bagi saya. Saya coba amati dari setiap gerak sang Bapak dalam solatnya. Hmmm, terkesan tergesa-gesa dan tidak mencapai kesempurnaan. Saya hanya mengungkap beberapa pertanyaan dalam hati, bukankah ruku itu sempurna seperti membentuk sudut 90 derajat, bukankah pula setelah ruku, berdiri pun kembali tegak sempurna.

Ehem, pertanyaan selanjutnya pun terbersit, tetap dalam hati, sedikit menyentil, tapi tidak terungkap. Atuh ngapain kalu sholat tapi tidak sempurna, bukankah itu sia-sia, mendingan tidak sholat sunat sekalian.

Akhirnya, saya hanya bisa mengambil sebuah ibroh. Nikmatilah ibadah sebaik mungkin, niscaya akan terasa lebih indah. Dan tidak lupa, nikmatilah ibadah dengan sebuah kesempurnaan, sempurna ilmu, pun sempurna pelaksanaan. Agar memang Malaikat pun menuliskan amalan kita bukan berdasar pada sebuah keibaan atau rasa belas kasihan atau upah letih, seperti halnya guru-guru kita ketika memberikan nilai yang padahal jawaban yang kita sajikan SALAH atau NGAWUR, sekedar upah nulis. ^_^

//SEMOGAtakLELAH//

Iklan
Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Juni 30, 2010 pukul 7:17 am

    Wah, barangkali bapak itu sakit encok hingga ketika rukuk dan rukun-rukun shalat lainnya tidak bisa dijalankannya dengan sempurna. Melihat keramahannya mungkin bapak itu bukan tipe pemarah jika kamu ungkapkan uneg-unegmu. Tentu dengan perkataan dan waktu yang tepat. Melurkan jalan orang yang sedikit melencang kan nggak ada salahnya. Kalau kamu mencoba berbicara terus bapak itu tersinggung, yang penting sudah mencoba dan anggap saja lagi apes ๐Ÿ™‚

    Maaf, numpang komen karena dah ikut membaca.

    Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

    • Juni 30, 2010 pukul 7:41 am

      ehem….sebenarnya sih pengen banget ngajak ngobrol sang Bapak. sambil cari celah, agar memang apa yang saya utarakan bukan terkesan menggurui. makasih masukannya….

      dimaafkan, hehe…
      semoga bisa jadi sodare…hehe… ๐Ÿ™‚

      salam
      BANGhasTEAatuh
      http://banghas.multiply.com

  2. oklahklobegitu
    Juni 30, 2010 pukul 9:20 am

    Semoga hidayah smpai pada semuanya dan kita semua selamat’

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: