Beranda > AKU, MEnulis > LAKUKANselagiSEMPAT!!

LAKUKANselagiSEMPAT!!

Obrolan ringan pagi bersama istri, mengawali pagi yang terlihat muram, ditambah pula keenggan sang mentari untuk memperlihatkan wajah cerahnya yang siap untuk menghangatkan pagi. Paling tidak ada satu pelajaran yang memang sudah sepantasnya diambil, “Lakukan selagi sempat, jangan tunda-tunda hingga waktu yang tidak memungkinkan untuk ditunda lagi”.

Pagi ini, delapanJUNIduaRIBUsepuluh, saya berencana untuk melakukan touring. Bukan touring sembarang touring, touring ke daerah Depok, tepatnya ke kantor SAMSAT, saya hendak melaksanakan kewajiban saya kepada negara, yakni membayar pajak motor untuk satu tahun ke depan yang akan jatuh tempo pada besok, SEMBILANjuniDUAribuSEPULUH. Ijin tidak masuk dari kantor pun sudah kukantongi.

Kemarin dan beberapa hari ke belakang, dalam pikiran saya, sudah terbayangkan, bagaimana prosesi pemberangkatan touring saya pada hari ini, setelah mempelajari pengalaman beberapa tahun ke belakang ketika saya menunaikan kewajiban saya kepada Negara ini, bayar pajak. Yang saya alami, yang tidak ada perubahan ketika menunaikan kewajiban ini adalah ANTREAN yang…mmm…melelahkan. Kalau datang jam 8/9 pagi, bisa-bisa pulang jam duaan, itupun kalau beruntung. Tidak beruntungnya bisa pulang jam 3 atau 4 sore. Harus ekstra sabar. Oleh karenanya, saya berencana akan berangkat paling telat jam 6 pagi, dari rumah.

Namun, sayang disayang, apa yang saya bayangkan buyar semua. Bahkan buyarnya pun sudah terjadi sejak malam tadi. Apa pasal? Saya memerlukan KTP asli paman saya, karena memang BPKB motor teratas namakan nama paman saya. Dan yang terjadi adalah, saya kesulitan menghubungi paman. Hiks. Memang jarak yang memisahkan kami berdua (saya-paman), kami memang tidak bertetanggaan dekat (Cibungbulang-Cilangkap), paling tidak memerlukan 1,5-2 jam untuk bertandang ke rumahnya. Sementara waktu untuk menyempatkan ke rumah paman pun terbatas. Saya kerja, paman pun kerja. Jangan dibilang ada waktu luang, kala libur. Libur, tetap saja ada kegiatan yang saya harus lakukan.

Alternatif lain pun ditempuh, menelpon paman. Malam tadi, saya baru mendapatkan nomor HP dan rumahnya, memang agak telat. Pernah saya punya nomornya, namun terlupakan dan memang tidak ada di daftar kontak HP saya. Saya pun coba hubungi. Dan tuuttt….tuuuttt. Dua nomor paman sudah saya hubungi, dan keduanya tidak ada sautan/jawaban dari yang empunya nomor. Waduh, dicoba berulang kali, hasilnya tetap sama.

Pagi ini pun, berbarengan dengan jarum jam telah menunjukkan pukul 5.15, saya coba hubungi paman lagi, tapi ternyata SAUDARA2, tetep saja tidak ada suara dari balik telepon yang saya hubungi. HIKS…

NAHloh, istri pun berkomentar, “Atuh bukannya dari minggu kemaren hubungin pamannya, kan udah dibilangin begitu. Kalu dari kemaren-kemaren kan lebih leluasa.”

Iya, ya. Saya kurang mengantisipasi, kejadian di luar kebiasaan. Biasanya sih, gampang untuk menghubungi paman. HIKS…..

//semogaTAKlelah//

Iklan
Kategori:AKU, MEnulis
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: