Beranda > MEnulis, RENUNGan > TUKANGbaso

TUKANGbaso

Praduga awal saya bahwa tukang baso akan melaksanakan Sholat Ashar berjama’ah, sore ini. Ya, sekalian beristirahat setelah sesiang tadi berkeliling mendorong gerobak basonya dalam rangka mencari pembeli agar baso yang dijualnya sesegera mungkin habis. Ternyata, baso pun masih tersisa di dalam gerobak basonya.

Tukang Baso pun memarkirkan gerobak tepat bersebelahan dengan teras belakang masjid, dimana ibu-ibu sedang duduk-duduk, menunggu anak-anaknya selesai belajar di TPA masjid tersebut.

Selanjutnya, hmm, tukang baso tidak lantas masuk ke masjid untuk mempersiapkan dirinya mengikuti sholat berjama’ah. Yang terjadi adalah, beberapa ibu memesan baso, di kala azan Ashar pun tengah berkumandang. Jadilah tukang baso sibuk melayani para ibu.

Ehem, rezeki tukang baso berbarengan dengan azan yang berkumandang. Selanjutnya, saya sudah tidak memperhatikan apa yang terjadi antara tukang baso dan para ibu. Sholat berjamaah pun dilaksanakan.

Nah loh, selesai Sholat berjama’ah, terlihat Tukang Baso sedang Sholat Ashar sendirian. Heuheu, tukang baso ketinggalan berjama’ah ashar, layanin pembeli…ehem…..

Eit satu lagi, praduga lagi nih, kayaknya Tukang Baso pun tidak tenang Sholatnya. Bukannya apa-apa, anak-anaknya setelah selesai belajar di TPA, tertarik untuk membeli baso dan saling berteriak… “BASO, BASO,…..”

Iklan
Kategori:MEnulis, RENUNGan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: